Masuk Angin, Gejala Penurunan Daya Tahan Tubuh

Sakit kepala, salah satu gejala penurunan daya tahan tubuh. (guichetdental.org)

Sakit kepala, salah satu gejala penurunan daya tahan tubuh. (guichetdental.org)

VIVAlife - Istilah masuk angin sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia. Tapi, dalam dunia medis istilah tersebut tidak dikenal. Lalu, apa sebenarnya yang terjadi dengan gejala masuk angin seperti rasa tidak enak, lemas serta perut kembung?

Gejala seperti sakit kepala, kembung, mual, demam bahkan hingga diare dan muntah memang sangat menjengkelkan. Hal ini tak hanya dialami oleh orang dewasa, tapi juga anak-anak.

Kondisi yang sering disebut masuk angin itu sebenarnya bukan penyakit. Tapi, merupakan kumpulan gejala dari menurunnya daya tahan tubuh.

"Istilah masuk angin secara medis tidak ditemukan dalam kamus kedokteran barat. Walaupun demikian, istilah masuk angin dapat digambarkan berupa kumpulan gejala seperti perut kembung, mual atau sakit kepala," kata dr. S. Djokomuljanto, MMed (Paeds) SpA, dalam acara Antangin di Kembang Goela, Jakarta.

Menurut dokter spesialis anak Rumah Sakit Siloam Lippo Village Karawaci tersebut, masuk angin juga menjadi gejala awal dari infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Biasanya, ini terjadi ketika tubuh kelelahan dan tak mendapat nutrisi maksimal.

Daya tahan tubuh jadi menurun, sehingga mudah sekali terpapar virus dan bakteri yang kemudian menimbulkan sederet gejala masuk angin. Ketika sistem imunitas tubuh mampu mengatasi, gejala tersebut bisa hilang dengan sendirinya.

Namun, jika gejala berlangsung lama, harus dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut, karena bisa jadi gejala penyakit serius.

Soal kebiasaan masyarakat Indonesia yang melakukan kerokan saat masuk angin, dr. Djokomuljanto mengatakan bahwa dalam dunia kedokteran, belum ada penelitian atau studi yang membuktikan bahwa kerokan benar-benar ampuh mengatasi masalah masuk angin. Menurut dia, kerokan yang dilakukan tak menimbulkan efek penyembuhan, tapi hanya membuat tubuh merasa lebih nyaman.

"Biasanya saat dikerok, penderita masuk angin juga dibaluri dengan minyak kayu putih, sehingga tubuh menjadi hangat dan rileks. Otomatis tubuh akan terasa lebih baik," ujarnya.

Untuk mengurangi rasa tersiksa dari gejala-gejala tersebut, salah satunya adalah dengan mengonsumsi obat herbal yang terbuat dari bahan alami seperti jahe, daun mint, atau madu. Tak hanya itu, Anda juga dapat mengatur pola makan, tidur yang cukup serta olahraga ringan demi daya tahan tubuh lebih baik. (art)


http://us.life.viva.co.id/news/read/407947-masuk-angin--gejala-penurunan-daya-tahan-tubuh
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© KAWUNGANTEN.COM Powered by Blogger