Hanya 32% Ibu Kantoran yang Beri ASI Ekslusif

Pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih rendah, terutama pada wanita pekerja sektor formal. (istockphoto.com)

Pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih rendah, terutama pada wanita pekerja sektor formal. (istockphoto.com)

VIVAlife - Pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu langkah terpenting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Ini juga merupakan wujud intervensi untuk mencegah kematian bayi. Namun faktanya, pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih rendah, terutama pada wanita pekerja.

Program Magister Kedokteran Kerja Departemen Kedokteran Komunitas FKUI melakukan penelitian dengan cara memberikan kuesioner kepada  77 pegawai kantor atau instansi pemerintah dan 115 pekerja pabrik.

Hasil penelitian menunjukkan, presentase pekerja sektor formal di Jakarta yang memberi ASI eksklusif, hanya mencapai 32 persen. Jumlah ini tidak lebih besar dari wanita yang bekerja di pabrik. Pekerja wanita pabrik yang tidak memberikan ASI eksklusif mencapai sekitar 80 persen.

Rendahnya pemberian ASI eksklusif ini dipicu kecemasan para ibu dengan pekerjaannya. Setelah melahirkan dan cuti tiga bulan, mereka khawatir harus sering meninggalkan pekerjaan.

Menurut Dr. Ray Baswory, MKK, sebenarnya kekhawatiran ini tak perlu terjadi karena pemerintah telah menjamin pemberian ASI eksklusif di tempat kerja. Namun sayang, peraturan ini masih belum terlaksana dengan maksimal dan belum menciptakan efek dorongan moril bagi para wanita.

Alhasil, hal ini menyebabkan para ibu pekerja mau tidak mau harus memberikan susu formula sebelum bayi berusia enam bulan. Hal ini juga terkait dengan tidak tersedianya fasilitas tempat penyimpanan ASI di kantor.


http://us.life.viva.co.id/news/read/412989-hanya-32--ibu-kantoran-yang-beri-asi-ekslusif
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© KAWUNGANTEN.COM Powered by Blogger