Miris, 50 Persen Wanita Pekerja di Jakarta Pompa ASI di Toilet

Peralatan pompa ASI (dvtsolutions.net)

Peralatan pompa ASI (dvtsolutions.net)

VIVAlife - Kantor-kantor di kota besar seperti Jakarta boleh saja berada di gedung pencakar langit. Berdesain megah dengan segala fasilitas memadai. Tapi belum semuanya ramah bagi ibu bekerja yang masih menyusui.

Itu karena, menurut penelitian yang dilakukan Program Magister Kedokteran Kerja Departemen Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), setengah  wanita pekerja di Jakarta memompa ASI di toilet. Tak banyak tersedia ruang laktasi atau menyusui di kantor yang bersih dan nyaman untuk para ibu.

"Ternyata sebanyak 50 persen pekerja perempuan sektor formal di Jakarta memompa ASI di toilet atau kamar mandi, karena tidak adanya fasilitas ruang laktasi," kata dr. Ray Baswori, MKK, salah peneliti dari FKUI di Gedung Departemen Mikrobiologi FKUI, Cikini, Jakarta Pusat.

Padahal, untuk memompa ASI dibutuhkan ruangan yang bersih agar susu tidak terkontaminasi bakteri berbahaya. Dengan memompa ASI di toilet risiko susu terpapar bakteri tentu sangat tinggi dan bisa membahayakan bayi.

Hasil survei juga menunjukkan sebanyak 74 persen pekerja wanita sektor formal mengungkap kalau tempat kerjanya tidak memiliki atau tidak menyediakan fasilitas menyusui memadai. Padahal sesuai kesepakatan tiga kementrian yaitu Kementrian Kesehatan, Kementrian Ketenagakerjaan, dan Kementrian Pemberdayaan Perempuan terkait Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif, ruang laktasi harus ada tersedia perusahaan yang memiliki tenaga kerja wanita.

Faktanya, dari hasil survei sekitar 48,7 persen pekerja wanita tidak tahu pada peraturan pemerintah yang mewajibkan tempat kerja menyediakan fasilitas ruang menyusui atau ruang laktasi dan perlengkapannya.

Hanya ada 19 persen wanita pekerja yang memompa ASI di ruang laktasi. Dan, ada 11 persen wanita yang memompa ASI di ruang kerja sendiri, 5 persen di ruang kerja lain atau ruang rapat, dan satu persen memompa ASI di dalam mobil, gudang, dapur, dan kantin.

Menurut Ketua Departemen Kedokteran Komunitas FKUI, DR. Dr. Astrid Sulistomo, MPH, SpOk survei ini menjadi salah satu bentuk evaluasi sekaligus rekomendasi. Ini untuk menekankan pentingnya aspek pengawasan pemerintah, pada kebijakan di bidang kesehatan, khususnya pada peningkatan ASI eksklusif.


http://us.life.viva.co.id/news/read/412937-miris--50-persen-wanita-pekerja-di-jakarta-pompa-asi-di-toilet
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© KAWUNGANTEN.COM Powered by Blogger