Sponsor Rokok Dilarang, Konser Musik dan Teater Terancam Sepi

Java Jazz Festival 2013 (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

Java Jazz Festival 2013 (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAlife - Terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 109 tahun 2012 tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan, rupanya berdampak panjang bagi dunia seni dan hiburan. Manajer Gigi Band, Dani Pette mengakui selama ini konser lebih dari satu kota rata-rata disponsori oleh industri rokok.

Repotnya, berdasarkan PP 109/2012 itu, sponsor dari industri rokok kini diberi pembatasan sedemikian rupa, seperti tak boleh mencantumkan logo, nama brand hingga warna produk. "Kami ambil kesimpulan, show dan tur band-band akan berkurang," kata Dani kepada VIVAlife, Senin 6 Mei 2013.

Dani yang berkecimpung di industri panggung musik sejak 1981 itu memberi ilustrasi. Kata dia, sejak lama industri rokok akrab dengan dunia panggung. Baru pada periode 2000-an, datang industri telekomunikasi dan perbankan yang turut menjadi sponsor. Itupun dengan porsi kalah jauh dibandingkan industri rokok.

"Setelah kami survei, 82,5 persen kegiatan musik Indonesia didukung oleh industri rokok," dia menjelaskan.

Dani memberi contoh grub band Gigi. Bulan ini ada delapan event bagi grup itu, sampai akhir tahun nanti ada 110 event. Hampir 80 persen rangkaian kegitan mereka disponsori oleh rokok. Lalu, band Kotak pada Mei ini punya 18 event tour Sumatera, yang juga disponsori rokok.

Dia menyebut, selama ini para pelaku industri hiburan mengandalkan show sebagai tulang punggung aktivitasnya. "Pemerintah tak bergerak mengatasi bajakan CD (compact disc), kaset dan sebagainya. Lalu ada RBT (ringback tone), tapi pemerintah juga tidak siap. Maka kami mengandalkan show-show. Lalu kalau kontribusi rokok dibatasi. Ini bagaimana?" ujar Dani. 

Pasal 35, 36, 37, 38 dari peraturan pemerintah No 109 itu mengatur soal sponsorship kegiatan seperti pentas musik, dan kegiatan kesenian. Merujuk pasal-pasal itu, perusahaan rokok boleh memberi kontribusi asalkan tak ada kompensasi. Jadi tidak ada image, logo, pada spanduk. Juga untuk CSR pun tidak boleh dari perusahaan rokok.

Selain membatasi pemberian sponsor, peraturan pemerintah itu juga mengharamkan gambar orang yang sedang merokok pada beragam media seperti film, iklan, media masa dan lainnya. "Ketentuan ini dinilai aneh," ujarnya.

Hal senada diungkapkan aktor Butet Kertaredjasa. Menurutnya, selama ini negara absen dalam keterlibatannya dengan dunia panggung teater. Para pegiat teater hanya menggantungkan penutupan biaya produksi dari penjualan tiket. Itu pun  sering jauh di bawah ongkos produksi sebuah pentas teater. Selama ini kekurangan biaya produksi bisa tertutup dari keterlibatan sponsor, salah satunya dari industri rokok.

"Siapa yang bisa bergantung pada tiket saja? Teater Koma diselamatkan oleh industri rokok. Ada seni musik, film dan sebagainya. Kalau peran-peran masyarakat seperti ini juga dihalangi, memangnya pemerintah siap menggantikan itu?" ujarnya pentolan Teater Gandrik itu.

Sebelumnya, kekhawatiran serupa sudah dilontarkan oleh Log Zhelebour dan Dewi Gontha. Dua promotor yang kerap menghadirkan konser besar di Indonesia itu menyebut industri rokok memiliki peran besar dalam sponsorship. Dukungan industri rokok belum tergantikan oleh sponsor lain, seperti dari perbankan maupun telekomunikasi. Mereka menyebut, bukan tak mungkin setelah pemberlakuan PP 109/2012 Indonesia akan sepi konser besar dan bermutu.

"Lebih 40 persen kebutuhan dana penyelenggaraan acara tersebut didukung dari industri rokok, dan sisanya ditutup oleh sponsor lain. Dana dari pihak sponsor tersebut juga kami gunakan untuk mensubsidi para pengunjung," ujar Dewi.(np)


http://us.life.viva.co.id/news/read/410773-sponsor-rokok-dilarang--konser-musik-dan-teater-terancam-sepi
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© KAWUNGANTEN.COM Powered by Blogger