Indonesia Kurang Satu Juta Kantung Darah Per Tahun

Donor darah (VIVAnews/Fernando Randy)

Donor darah (VIVAnews/Fernando Randy)

VIVAlife -  Donor darah pada dasarnya bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup orang lain. Terutama bagi para penderita thalasemia, hemofila juga para ibu yang melahirkan karena pendarahan. Sayangnya masih sedikit masyarakat Indonesia yang sukarela untuk mendonorkan darahnya.

Ketua Pengurus Pusat PMI, dr. Farid Husein mengatakan Indonesia masih kekurangan satu juta dari 4,8 juta kantong dari per tahunnya. Kurangnya pasokan darah ini dikarenkan masih ada masyarakat yang percaya pada mitos seputar donor darah. Seperti akan terinfeksi penyakit melalui jarum suntik, tubuh akan menjadi gemuk, dan lainnya. Bukan hanya itu, tak sedikit calon pendonor yang mengakui takut diambil darahnya.

"Sesuai standar WHO, padahal jumlah pasokan darah untuk setiap negara harus minimal dua persen dari jumlah penduduk," dr. Farid Husein.

Terkait hal tersebut, beruntungnya ada sebuah wadah, Blood For Life yang menjembatani (melalui media sosial Twitter) orang yang membutuhkan darah dengan orang yang dengan sukarela mau mendonorkan darahnya.

"Ini adalah gerakan sangat sederhana, bisa dikatakan yang paling banyak bermain (donor darah) adalah anak muda, sekitar 25-45 tahun," kata Valencia Mieke Randa, pendiri Blood For Life.

Ia mengakui, sejak tahun 2009 para pendonor hanya sekitar 44 orang, namun hingga kini sudah berjumlah 40 ribu pendonor sukarela. Katanya, dalam sehari ia dapat membantu 10 orang yang membutuhkan donor. (adi)


http://us.life.viva.co.id/news/read/421155-indonesia-kurang-satu-juta-kantung-darah-per-tahun
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© KAWUNGANTEN.COM Powered by Blogger