Pesona Warna Batik Cantik dari Limbah Alam

Batik ramah lingkungan dengan pewarna dari bahan-bahan alami. (VIVAlife/Marlina Irdayanti)

Batik ramah lingkungan dengan pewarna dari bahan-bahan alami. (VIVAlife/Marlina Irdayanti)

VIVAlife - Sebagai warisan budaya yang dikenal di seluruh dunia tentunya perkembangan industri batik semakin meningkat. Sayangnya, semakin tinggi permintaan pasar terhadap batik maka semakin banyak lilin, bahan kimia dan pemutih yang akan mencemari lingkungan.

Sadar akan hal tersebut, perkumpulan Ekonomi Indonesia-Jerman (EKONID) membuat suatu program Clean Batik Initiative (CBI) sebagai upaya peningkatan industri fesyen yang ramah lingkungan. Lewat program ini, mereka mengajak para desainer bekerja sama dengan perajin batik Tanah Air dalam menciptakan batik yang ramah lingkungan.

Berbeda dengan batik-batik pada umumnya yang dibuat dari lilin, bahan kimia dan pemutih. Batik-batik ciptaan lima desainer dan perajin ini menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan, seperti daun-daun kering, buah busuk,  akar pisang, tembulutan, dan kayu mahoni.

Diselenggarakan di Galeri Seni Kunstkring, Mentang, Jakarta Pusat, kelima desainer memamerkan koleksi batik ramah lingkungan mereka yang pertama. Peragaan dibuka dengan lini Lennor milik Lenny Agustin yang mengangkat tema In The Wood.

Lenny menampilkan batik dengan kesan yang kasual lewat warna-warna pastel yang khas dari pewarna alam. Variasi gaun pendek berpalet biru dan cokelat ditampilkan untuk menggambarkan tema hutan yang diangkat. Selain itu, Lenny juga menampilkan kemeja batik lengan panjang yang dipadukan dengan celana bermuda warna khaki. Motifnya pun bertema alam, seperti dedaunan dan bunga.

Desainer Musa Widyatmodjo yang kini fokus pada koleksi busana pria, hadir dengan tema Natural Society. Kemeja rancangan Musa bisa jadi pilihan para pria untuk tampil formal atau kasual. Tergantung bagaimana memadukannya. Untuk gaya formal, padukan kemeja batik dengan celana panjang. Sedangkan jika ingin terlihat kasual Anda bisa memadukan batik dengan celana pendek. Selain kemeja, Musa juga membuat batik menjadi blazer bergaya kimono.

Sedangkan Carmanita, tetap konsisten dengan karya-karyanya di zona etnik. Desainer yang terkenal dengan inovasi rupa ini, menghadirkan koleksi batik dalam palet warna alam. Seperti cokelat, hijau muda dan oranye. Ciri khasnya turut serta mewarnai perkembangan batik di Indonesia lewat teknik draperi dan layer.

Beda lagi dengan dua desainer muda, Caterina Hapsari dan Batik Fractal. Mereka kompak membuat batik bergaya sangat muda dan modern. Koleksi milik Caterina dibuat lebih seksi, dengan gaun yang memamerkan lekuk tubuh si pemakai. Ia juga menampilkan gaun siluet A dengan bahu yang terbuka di satu bagian.

Sementara Batik Fractal, menampilkan koleksi yang lebih futuristik dengan kombinasi beberapa bahan, seperti beludru yang diproses dengan teknik potong asimetris dan dipadukan dengan materi lainnya. Kedua desainer ini menuangkan proses batik yang diaplikasikan di atas bahan ringan seperti satin silk.

Limbah alam

Menurut salah seorang perajin batik, Gusak, yang ikut serta dalam program ini, keuntungan menggunakan bahan-bahan alami yaitu pewarna bisa disimpan dan digunakan kembali. Berbeda dengan pewarna kimia yang setelah digunakan harus segera dibuang.

"Saat ingin pakai lagi, tinggal direbus terus tambahkan lagi daun-daunnya. Disimpannya juga mudah, yang penting wadahnya tertutup," ujar Gusak.

Meski begitu, program ini tetap memiliki kekurangan. Karena proses pembuatannya menjadi lebih lama dari biasanya.

"Kalau biasanya satu warna pengerjaannya cukup sekali. Ini bisa sampai delapan kali sampai dapat warna yang pas," ucapnya.

Sementara itu desainer Carmanita mengatakan bahwa perajin bisa menggunakan limbah, seperti daun-daun kering yang berguguran, buah-buah yang jatuh dan membusuk untuk menciptakan warna.

"Saya pernah beli kulit manggis satu truk untuk membuat warna baru," kata desainer yang fokus pada produksi batik itu. (eh)


http://us.life.viva.co.id/news/read/420117-pesona-warna-batik-cantik-dari-limbah-alam
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© KAWUNGANTEN.COM Powered by Blogger