Atasi Peradangan Tendon dengan Terapi Gelombang Kejut

Meski kerap dianggap remeh, tendinitis sebaiknya tidak diabaikan.  

Meski kerap dianggap remeh, tendinitis sebaiknya tidak diabaikan.  

VIVAlife - Dewasa ini, tendinitis tak hanya dialami orang usia paruh baya saja. Salah satu penyakit tendon ini juga banyak menyerang usia muda karena olahraga berlebihan dan gerakan berulang.

Meski kerap dianggap remeh, tendinitis sebaiknya tidak diabaikan. Pasalnya jika tidak ditangani dengan segera bisa berujung pada kerusakan tendon serius. Artinya, penderita tendinitis yang sudah memasuki kondisi ini biasanya harus ditangani dengan pembedahan.

Untuk mencegah hal tersebut, pasien disarankan melakukan sejumlah pengobatan. Salah satunya adalah dengan terapi gelombang kejut bertekanan tinggi (Radial Shock Wave Therapy/RSWT). RSWT bekerja menghilangkan nyeri di bagian badan dan meningkatkan kesembuhan jaringan lunak yang sakit.

Meski demikian, Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi dari Rumah Sakit Pondok Indah, dr. Laura Djuriantina mengatakan, RSWT tak dapat digunakan hanya karena timbul nyeri di bagian tubuh. Katanya, harus ada diagnosis yang tepat lebih dahulu.

"Ada skala atau nilai yang menentukan derajat nyeri. Nilainya 0 (tidak nyeri) sampai 10 (nyeri sangat hebat) yang kemudian akan dijadikan alat kontrol dari dokter tiap kali pemeriksaan," kata Laura saat ditemui di Grand Hyatt, Jakarta.

Menurut Laura, terapi ini juga terbukti bermanfaat pada kasus kronis, di mana jaringan tubuh tak mampu menyembuhkan dirinya sendiri. Ini karena RSWT bersifat merangsang atau menstimulus aktivitas metabolik di daerah nyeri dan melancarkan aliran darah. Oleh karena itu, pemberian tembakan kejut dan gelombangnya akan berbeda-beda setiap sendi.

Lebih lanjut Laura menuturkan, pengobatan ini relatif cepat dan efektif. Selain itu meminimalkan pemberian obat oral, kortison, injeksi berulang, serta meminimalkan tindakan bedah atau operasi.

"Pengobatan ini terbilang butuh komitmen karena sifatnya terapi yang long term, namun penyembuhannya akan jauh lebih singkat dari terapi konvensional," ucapnya.

Istirahat

Pasien yang mengalami tendinitis harus segera menghentikan kegiatan apapun yang menyebabkan penyakit tersebut. Baik aktivitas olahraga atau pekerjaan.

Jika kegiatan tersebut tidak dihentikan maka bisa berujung pada pembengkakan. Untuk mengurangi pembengkakan ini, pasien disarankan mengompres dengan es atau handuk hangat.

Namun jika nyeri tak tertahankan, biasanya pasien akan diberikan pereda rasa nyeri. Bahkan dalam beberapa kasus, pasien diberikan suntikan kortikosteroid. Namun jika hal ini dilakukan terus-menerus bisa berisiko kerusakan tendon.

Pada kesempatan ini Laura menyarankan untuk melakukan pemanasan, pendinginan, dan peregangan bagi mereka yang gemar berolahraga untuk menghindari terjadinya tendinitis.


http://us.life.viva.co.id/news/read/431678-atasi-peradangan-tendon-dengan-terapi-gelombang-kejut
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© KAWUNGANTEN.COM Powered by Blogger