Tujuh Tahun Vakum, Alya Rohali Main Layar Lebar Lagi

Alya Rohali (VIVAnews/Muhamad Solihin)

Alya Rohali (VIVAnews/Muhamad Solihin)

VIVAlife - Lama tak terdengar kabarnya di dunia hiburan, aktris Alya Rohali mendadak muncul dalam sebuah film layar lebar. Ia memerankan seorang ibu dari anak perempuan yang buta, bisu, dan tuli.

Film yang diangkat dari novel Tere Liye berjudul "Moga Bunda Disayang Allah" itu merupakan akting layar lebar pertama bagi Alya. Selama ini, ia lebih banyak bermain sinetron. "Sinetron terakhir itu pun sekitar tujuh tahun lalu," ujarnya.

Tak dipungkiri, awalnya Alya sangat grogi. Maklum, sudah lama dirinya tak bertemu dengan lawan main dan mendatangi lokasi syuting. Saat harus berakting, Putri Indonesia tahun 1996 itu deg-degan.

"Tapi dasarnya dunianya ya. Begitu kena lampu, kamera, santai lagi," ia menambahkan.

Diakui Alya, peran yang ia mainkan tidak mudah. Yang tersulit baginya adalah memainkan emosi. Ia tak boleh terlihat terlalu sedih ataupun terlalu tegar. Menjadi ibu dari seorang gadis cilik yang buta, bisu, dan tuli memang menguras emosinya.

"Di satu sisi dia harus mengobarkan semangat untuk putrinya itu, di sisi lain dia juga rapuh," kata Alya menerangkan. Beruntung, ia sendiri punya tiga anak perempuan. Ia pun lebih mudah berempati.

Selain sulit bermain emosi, mantan presenter kuis Siapa Berani itu juga merasa terbebani karena harus bermain dalam film yang diangkat dari novel. Apalagi, novel itu sendiri best seller. Ia khawatir, pembaca novel itu akan 'menilai' aktingnya.

"Pembaca novel itu kan punya imajinasi sendiri terhadap para tokoh, bahkan terhadap ceritanya sendiri," Alya menjelaskan.

Ia pun berusaha keras memainkan karakternya dengan baik, didahului reading sekitar dua bulan.

Perempuan kelahiran Jakarta, 1 Desember 1976 itu menuturkan, "Moga Bunda Disayang Allah" sejatinya bukanlah film yang terlalu religius. Judulnya memang terkesan demikian.

Namun, film garapan sutradara Jose Poernomo itu lebih berisi pesan moral dan nilai-nilai kehidupan. Setelah bermain dalam film itu, Alya sendiri merasa beruntung dikaruniai hidup yang sempurna. "Malu rasanya jika tak berbuat baik."

"Selain itu, pesannya juga jangan pernah kehilangan harapan dalam ujian Allah. Meskipun kita diberi takdir yang berbeda, jangan terpuruk. Allah berikan semua untuk tujuan yang baik," ucapnya bijaksana.


http://us.life.viva.co.id/news/read/429114-tujuh-tahun-vakum--alya-rohali-main-layar-lebar-lagi
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© KAWUNGANTEN.COM Powered by Blogger