Vicky Bagus, Sosok Pengiring Anti Garing

Vicky Bagus. (facebook/Vicky Bagus)

Vicky Bagus. (facebook/Vicky Bagus)

VIVAlife - Beberapa bintang tamu diterjunkan ke labirin dengan banyak ruang. Di dalam ruang tersebut duduk sesosok "makhluk halus" ataupun orang-orang jahil. Entah apa yang dilakukan, yang jelas mereka histeris saat mendapat ujian dari Pesbukers ANTV.

Suasana pun mendadak mencekam. Lampu temaram. Ditambah berbagai suara seram. Kadang suara makhluk halus, kadang lagu-lagu seram yang disambung instrumen lain. Harmoni ini membuat siapapun bintang sedang diuji mentalnya, makin deg-degan.

Ya, musik memang berperan penting membangun suasana di program komedi situasi itu. Adalah Vicky Bagus, keyboardis dibelakang perangkat musik elaktronik yang menciptakan efek itu. 

Sebenarnya ia bukan spesialis meramu efek seram. Tak jarang musik pengiring dibuat kocak. Ada lagu-lagu dangdut yang menuntut para bintang berjoged, lagu manis yang mengiringi rayuan romantis, sampai efek-efek ringan seperti tawa, suara kamera, dan lain sebagainya.

Pesbukers hidup dengan musik. Mengiringi setiap tindak-tanduk para bintangnya. Kocaknya Olga Syahputra, Jessica Iskandar, Raffi Ahmad, Denny Cagur, Kartika Putri, Oppie Kumis, dan Tara Budiman menjadi lebih seru dengan alunan musik di belakangnya. Tanpa itu, rasanya garing.

Lelaki berbadan subur ini mengawali karier di Pesbukers sejak 2011. "Awalnya saya menggantikan orang. Cukup sering. Sampai akhirnya salah satu production house dan ANTV menunjuk saya untuk terlibat langsung," ceritanya.

Perkenalannya pada dunia musik juga tak baru, sebelumnya embel-embel "anak band" sudah melekat pada dirinya. Ia belajar keyboard secara otodidak sejak duduk di bangku SMA. Ia pun sempat keluar masuk dari satu band ke band lain. Sampai pada tahun 2003, pria kelahiran Surabaya, 8 September 1976 itu hijrah ke Jakarta dan bergabung dalam sebuah production house (PH). Hidupnya memang tak jauh dari musik.

Vicky akhirnya muncul ke layar kaca saat PH tempatnya bekerja membuat program acara di salah satu stasiun televisi swasta. "Konsepnya ada band. Jadi saya bawa teman-teman band saya dari Surabaya," katanya. 

Secepat Kilat

Meski sudah banyak makan asam garam soal musik, ia belum terbiasa memberikan efek di setiap tingkah laku komedian. Sedikit banyak, ia belajar dari Pesbukers. "Treatment-nya beda. Kalau para pemain menghidupkan dari segi visual, saya memberi warna dari audio, ambience, membangun suasana," tuturnya menerangkan. 

Masalahnya, bintang Pesbukers bukan komedian amatir. Mereka terbiasa melawak secara profesional. Saling melempar candaan secepat kilat. Sangat spontan. Mau tak mau, sebagai pengiring Vicky harus mengikuti juga dengan cepat. Selama on air, ia dituntut konsentrasi penuh. Beruntung ia pernah terlibat di drama musikal, jadi sedikit banyak tahu soal panggung dan akting. 

"ANTV pengennya main musik dengan rapat. Hampir nggak ada jeda. Supaya ramai," kata Vicky.

Karena itulah, setiap hari ia selalu siap dengan berbagai alat. Sebenarnya keyboard saja sudah cukup, namun ia ingin lebih maksimal dari segi kecepatan. Vicky pun membekali diri dengan laptop dan komputer tablet.

"Ditambah pendamping dari tim kreatif ANTV, itu harus ada. Dia yang mengarahkan saya, setelah ini lagunya apa, suasananya bagaimana. Makanya aku butuh kecepatan. Caranya dengan membawa banyak alat. Laptop untuk apa, tablet untuk efek apa," ucapnya membeberkan.

Konflik Jadi Gimmick

Tak ada gading yang tak retak. Secanggih-canggihnya alat Vicky, secepat-cepatnya jari bergerak, tetap saja ia pernah salah. Bagaimanapun, Vicky pernah merasakan konsentrasinya buyar karena harus mengerjakan segalanya bersamaan.

"Selain play music, saya juga beri smashing effect. Nah waktu konsen ke smashing, tiba-tiba diminta memasukkan lagu. Konsentrasi saya buyar, dan lagunya pernah salah," ia mengisahkan sambil tertawa. Belum lagi permintaan ganti lagu yang datang mendadak. Ia butuh beberapa detik untuk menyesuaikan soal itu.

Untunglah ia menghadapi orang-orang yang asyik. Kesalahan itu justru dijadikan bahan candaan.

Kesalahan yang disengaja pun pernah dilakukan. Saat itu, ia memang sedang dikerjai. Diminta memainkan sebuah lagu, yang ternyata sangat dibenci Olga. Tak ayal, Vicky kena amuk. "Tapi saya tahu, pasti tim kreatif yang ngerjain. Olga marah-marah malah jadi gimmick buat penonton," ucapnya.

Ia bahkan pernah jadi sasaran lawakan itu sendiri. Suatu ketika, Vicky menjadi bulan-bulanan. Ia ditarik ke set panggung dan dibedaki habis-habisan. "Dibedakin di tempat juga pernah. Keyboard kena bedak, laptop kena bedak, pun pernah," sambungnya.

Seiring waktu, setiap hari berinteraksi dengan para bintang Pesbukers membuat Vicky akrab dengan mereka. Terutama Olga, yang sudah dikenalnya lebih lama. Bahkan sebelum dirinya bergabung di ANTV. Ia tahu persis lagu kesukaan Olga.

Di sela-sela syuting, ia sering menghibur Olga dengan lagu itu. Vicky memainkan melodi intronya, dan Olga langsung tanggap. Mencari microphone, ingin bernyanyi diiringi alunan musik itu. Yang awalnya tak bersemangat, berkat Vicky pelantun Hancur Hatiku itu pun langsung kembali sigap.

Bukan hanya Olga. Raffi pun sering diiringinya bernyanyi saat jeda syuting. Demikian halnya dengan Kartika Putri, yang menurut Vicky sangat hobi menyanyi. "Sering, waktu acara belum mulai saya didaulat main musik. Jadi live karaoke," ceritanya lagi.

Beberapa lagu ia tahu persis, dan bisa dengan mudah memainkannya. Namun ada beberapa yang ia tak familiar. Jika begitu, Vicky tak sungkan meminta waktu sekadar lima menit untuk mendengarkan lagu itu dari handphone atau pemutar musik milik mereka. Baru setelah itu, ia memainkan jari-jarinya di atas keyboard.

Cinta Mati

Interaksi dan kedekatannya dengan para bintang Pesbukers sedikit banyak membawa perubahan dalam hidup Vicky. Pengaruhnya sangat positif terhadap karier. Terutama, perkembangan band-nya, Simply Fresh Band. Setelah banyak berkenalan dengan bintang, permintaan manggungnya lebih banyak.

Tentu itu berkat kelihaiannya menjalin link. Setiap bertemu orang baru, ia selalu promosi bahwa dirinya juga punya band. Bagi Vicky, itulah pekerjaan utamanya. Pemain band. Bukan sekadar keyboardis pengiring program acara.

Meski begitu, ia tentu tak egois. Kecintaannya pada Pesbukers tak perlu diragukan lagi. Jarang ia tak masuk kerja. Saat Ramadan, meski harus mengisi acara di buka dan sahur, semua dilakoninya dengan semangat.

Beberapa kali memang ia harus absen, baik karena sakit atau ada jadwal manggung dengan Simply Fresh Band. Namun, sebisa mungkin ia mendukung penuh Pesbukers. "Jadi dibikin jadwal manggung dengan band biasanya malam. Pesbukers sampai jam 8, manggung di kafe dengan band paling jam 9 sampai 12 malam," sebutnya.

Penggemar musik pop jazz itu memang cita-citanya tak terbatas sampai di sini. Ia berharap, ke depannya bisa menelurkan album dan menjadi pencipta lagu handal. Sejauh ini, beberapa lagunya dipakai oleh penyanyi baru. "Yang terlihat wah sih dulu lagu saya pernah dipakai Marcell. Di album keduanya, judulnya Denganmu," katanya bangga. (eh)


http://us.life.viva.co.id/news/read/429578-vicky-bagus--sosok-pengiring-anti-garing
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© KAWUNGANTEN.COM Powered by Blogger