Berburu Batik di Sepanjang Pantura

Batik Lasem dengan ciri khas warna merah. (ceritakain.com)

Batik Lasem dengan ciri khas warna merah. (ceritakain.com)

VIVAlife - Mudik tahunan menjadi momen paling menyenangkan. Kemacetan jalur mudik tak jadi soal, yang penting bisa berkumpul dengan sanak saudara di kampung halaman. Yang paling terasa melelahkan adalah: saat menembus kemacetan untuk kembali ke kota rantau.

Tapi, Anda bisa mengubah kejenuhan ini dengan mampir di kota-kota batik-- sekadar untuk beristirahat atau berbelanja sambil mempelajari sejarah batik. Beruntung bagi Anda yang melewati jalur Pantai Utara atau Pantura. Jalur ini merupakan jalur ramah wisata batik. 

Lasem

Kota ini mendapat sebutan Tiongkok Kecil. Menurut cerita, kota di pesisir pantai utara ini menyimpan banyak peninggalan budaya Tionghoa, termasuk batik.

Jika Anda bertandang ke sana, coba mengunjungi kediaman Sigit Witjaksono. Dia seorang Hoakiao yang menggeluti perbatikan hingga usianya yang kini menapaki 83 tahun. Rumahnya, sekaligus workshop batik, menyimpan setumpuk cerita tentang budaya batik.

Menurut Sigit, batik Lasem pernah mengalami masa kejayaan di abad XIX hingga tahun 1940. Sampai-sampai di tahun 1970-an, sebagian besar wanita di daerah ini berprofesi sebagai pembatik. 

Ciri khas batik Lasem adalah dominan dengan warna merah dengan motif rumit yang dikatakan sebagai cirri konservatif tradisional. 

Kudus

Masih belum puas belanja batik di Lasem, pemberhentian berikut untuk berburu batik adalah Kudus. Sekilas, batik Kudus mirip dengan jenis batik-batik pesisir, seperti Lasem dan Pekalongan--memiliki motif latar beras kecer dan lung-lungan bunga randu.

Proses pewarnaannya bisa tiga sampai empat kali. Banyak juga motif-motif batik yang sudah dikembangkan. Pengrajin menyebutnya sebagai batik kontemporer. Motifnya: bunga Parijoto, bunga yang tumbuh di lereng Gunung Muria, lalu ada motif Tribusono, Triedi, Paseran. Ada pula motif Kapal Kandas, yang menukil sejarah kapal pembawa rempah-rempah milik Sam Po Kong yang kandas di sekitar Gunung Muria. 

Ingin segera memilikinya?

Anda bisa berkunjung ke Galeri Batik Kudus di Jalan Jepara Km 3,5 Desa Garung Lor, Kaliwungu, Kudus, Jawa Tengah. Lokasinya di tepi jalan raya, sekitar 1,5 jam perjalanan dari Semarang. 

Pekalongan

Rasanya memang wajib berhenti untuk menikmati budaya batik di sini. Beberapa tempat yang dapat dikunjungi adalah Kampung Batik Pesidon, Kauman, Binagriya, Buaran, dan Degayu.

Menyusuri setiap sudut desa, Anda bisa ikut belajar bersama para pembatik, atau hanya sekadar melihat-lihat sambil menikmati setiap torehan lilin yang digunakan untuk melukis motif. Dijamin, Anda akan langsung jatuh cinta dan semakin menjiwai batik. 

Tidak sulit menemukan kampung-kampung batik ini, bahkan untuk Anda yang buta Pekalongan sekalipun. Beberapa petunjuk arah di pinggir-pinggir jalan sudah siap memandu Anda. Di Kampung Batik Pesidon, pada sisi kanan pintu gerbang sudah terdapat denah lokasi wisata batik--petunjuk menuju gang-gang kecil, lengkap dengan nama pengrajinnya.

Kain yang wajib ditenteng saat Anda keluar dari kota batik ini adalah batik motif Jlamprang; batik dengan motif geometris pada bagian depan.

Cirebon

Trusmi merupakan nama dari sebuah kampung yang merupakan bagian dari Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon. Kampung ini di kenal sebagai pusat kerajinan batik Cirebon. Banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke tempat ini. 

Di kampung ini, selain jadi profesi, membatik merupakan bagian dari gaya hidup. 

Ada lebih dari 3.000 pengrajin yang memproduksi batik tulis maupun batik cap, atau kombinasi keduanya. 

Motif batik tulis yang paling digemari adalah Paksi Naga Liman, berupa lukisan kereta kuda. Untuk batik cap ada motif Kompeni, batik yang bergambar parang, gentong, dan lain-lainnya. Dan satu lagi motif yang juga kondang: Mega Mendung. (kd)


http://us.life.viva.co.id/news/read/435374-berburu-batik-di-sepanjang-pantura
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© KAWUNGANTEN.COM Powered by Blogger