Ketika Pria Memalsukan Orgasme

Secara keseluruhan, satu dari empat pria dari berbagai usia yang disurvei mengaku memalsukan orgasme.  

Secara keseluruhan, satu dari empat pria dari berbagai usia yang disurvei mengaku memalsukan orgasme.  

VIVAlife - Tak hanya wanita yang memalsukan orgasme dengan berbagai alasan. Kaum pria juga kerap memalsukan orgasme. Survei terbaru menemukan, status hubungan seorang pria berpengaruh pada kebiasaan memalsukan orgasme.

Sebuah survei terbaru yang dilakukan situs kencan DatingAdvice menyatakan, pria yang berstatus duda, 67 persen lebih cenderung berpura-pura orgasme daripada mereka yang lajang.

Jajak pendapat dilakukan terhadap 1.080 pria untuk mengetahui apakah stres pascacerai dapat mempengaruhi dorongan seks.

Seorang pakar hubungan, Stephanie Manes kepada Huffington Post mengatakan bahwa sama seperti wanita, gairah pria tak berkembang dalam suasana penuh kecemasa. "Bagi kebanyakan pria, kencan usai perceraian bukanlah sebuah hal yang menyenangkan," katanya.

Dr Wendy Walsh mengatakan banyak pria yang baru bercerai memalsukan orgasme karena mereka menolak keintiman emosional.

Secara keseluruhan, satu dari empat pria dari berbagai usia yang disurvei mengaku memalsukan orgasme. Pria berusia 25-34 tahun mengaku dua kali lebih sering berbohong kepada pasangan soal klimaks ketimbang mereka yang berusia 18-24 tahun.

Menurut pakar Tracey Cox, banyak wanita yang tak menyadari saat pria memalsukan orgasme. "Gerakan yang semakin cepat dan suara-suara membuat wanita tidak menyadari bahwa pasangan sedang berpura-pura," katanya.

Cairan ejakulasi, kata Cox bukan indikasi orgasme. Orgasme dan ejakulasi adalah dua proses terpisah dan dapat terjadi secara terpisah. "Pria bisa ejakulasi tanpa orgasme atau orgasme tanpa ejakulasi."


http://us.life.viva.co.id/news/read/444102-ketika-pria-memalsukan-orgasme
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© KAWUNGANTEN.COM Powered by Blogger